Prof. Agung Susastriawan Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Mesin

Prof. Dr. Anak Agung Putu Susastriawan, S.T., M.Tech., saat menyampaikan pidato dalam pengukuhan seebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Teknik Mesin IST Akprind Yogyakarta, Senin (27/11).

Yogyakarta (SuratKabarBali.com) – Dosen Magister Rekayasa Mesin Institut Sains & Teknologi Akprind Yogyakarta, Prof. Dr. Anak Agung Putu Susastriawan, S.T., M.Tech., dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Teknik Mesin pada upacara pengukuhan jabatan Guru Besar yang berlangsung di Kampus 1 IST Akprind Yogyakarta, Senin (27/11). Pada acara pengukuhan, Prof. Agung Susastriawan menyampaikan pidato yang berjudul “Aplikasi Teknologi Gasifikasi dalam Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Sebagai Sumber Energi Terbarukan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa”

Dalam pidatonya tersebut, Prof. Agung Susastriawan menyoroti pentingnya mengurangi penggunaan energi fosil sesuai dengan Peraturan Presiden No. 22 Tahun 2017. Ia menekankan bahwa Indonesia harus meningkatkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT). Apalagi, Dewan Energi Nasional merumuskan bahwa bauran EBT ditargetkan sebesar 23 persen pada tahun 2025 dan sebesar 31 persen pada 2050.

Ia menambahkan, satu potensi besar bioenergi di Indonesia yang dapat dikembangkan yaitu limbah biomassa sekam padi. Prof. Agung Susastriawan menjabarkan, dengan produksi gabah kering giling (GKG) yang mengalami peningkatan dari 54,42 juta ton pada tahun 2021 menjadi 54,75 juta ton pada tahun 2022 atau terjadi peningkatan 0,33 juta ton, potensi energi termal dari limbah sekam padi hampir mencapai 220.000 MJ pada tahun 2022. Potensi EBT limbah sekam padi ini sangat menjanjikan untuk dikonversi menjadi bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) melalui teknologi gasifikasi.

Lebih lanjut, ia menyatakan producer gas dari gasifikasi sekam padi dapat digunakan sebagai bahan bakar generator set untuk menghasilkan energi listrik dalam sistem pembangkit gasifier-genset skala kecil. Sistem pembangkit ini sangat berpotensi diaplikasikan di daerah-daerah pelosok yang belum ada jaringan listriknya.

“Diperlukan riset dan pemikiran yang berkelanjutan dalam pengembangan dan pemanfaatan energi baru terbarukan guna mencapai target bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025 dan 31 persen pada tahun 2050, khususnya adalah pengembangan sistem konversi energi biomassa limbah sekam padi menjadi bahan bakar gas,” katanya.

Acara pengukuhan Prof. Agung di antaranya dihadiri oleh Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah V Yogyakarta Taufiqurrahman, S.E., Senat Akademik IST Akprind, Ketua Yayasan Pembina Potensi Pembangunan (YPPP) Ir. Sagoro Wedy, M.M., dan jajarannya, Anggota Pembina YPPP Prof. Dr. Harjum Muharam, S.E., M.E., serta Ketua Pengawas YPPP Prof. Mahfud Sholihin, Ph.D., Ak., CA., CPA (Aust). Turut hadir pula dosen pembimbing pada saat menempuh pendidikan doktor Prof. Dr.-Ing. Ir. Harwin Saptoadi, MSE., IPM., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Indarto, DEA., dan Ir. Purnomo, MSME., Ph.D, dosen pada saat menempuh pendidikan sarjana Ir. I Made Suardjaja, M.Sc., Ph.D. dan Dr. Ir. Prajitno, M.T., beberapa rekan sejawat saat menempuh studi, orang tua beserta kerabat, serta pimpinan mitra perguruan tinggi dan mitra industri. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *