4 tahun Kristo Jadikan aksi Jumat Berkah Sebagai Sarana untuk Menebar Kebaikan

suratkabarbali.com, Kudus – Bermula dari kebiasan keluarga yang setiap hari Jumat menyediakan makanan untuk dibagikan kepada orang-orang disekitar rumah.  Tidak banyak memang, 10 sampai dengan 20 bungkus nasi dan lauk disediakan untuk dibagikan. Seiring berjalannnya waktu, Kristo Prabowo kemudian ketemu beberapa orang baik yang ingin menitipkan sedekahnya.

“Saya mulai pada tahun 2018 dengan 10 bungkus nasi dan lauk yang saya bagikan kepada masyarakat di sekitar rumah setiap hari Jumat.” Kata Kristo Prabowo (40) Mengenang bagaimana dia memulai kegiatan Jumat Berkahnya.

Kegiatan Jumat berkah yang dia lakukan masih terus berlanjut,  sampai suatu ketika dalam aksi bagi takjil dibulan puasa tahun 2021, Valerie Yudistira Pramudya memberikan coment di status facebook @Kriskros langit miliknya. Komunikasipun kemudian terjalin, Perjumpaannya dengan Valerie yang juga memiliki kerinduan untuk berbagi berkah berlanjut. Kesamaan visi untuk bersama-sama menebar kebaikan inilah yang membuat Kristo panggilan akrabnya, bergabung dalam komunitas Valerie’s Genk pada bulam Mei 2021.

Tradisi Jumat berkah kemudian berlanjut sampai dengan saat ini dengan dikembangkan tidak hanya menjangkau warga sekitar tempat tinggalnya tetapi meluas dengan area sepanjang jalan mulai dari sekitar Gedung DPRD sampai Alun-alun Kudus. Sasaranpun tidak hanya masyarakat yang ditemui dijalan tetapi ada 50 paket makanan yang disisihkan untuk diserahkan ke Masjid.

Kesetiaan Kristo untuk melakukan aksinya yang sudah berjalan 4 tahun ini tidaklah membuatnya menjadi bosan. Hal ini tidak terlepas dari dukungan sang Istri yang selalu memberikan semangat dan  dukungan penuh dalam aksi Jum’at Berkahnya. Sang istri yang setia menemani belanja, memasak, mempersiapkan semua kebutuhan aksi Jumat berkahnya dari rumah sederhana mereka yang ada di Desa Getas Pejaten, Kudus.

“Semua persiapan kami lakukan berdua dengan Istri,” Kata Kristo berbinar matanya. “mulai dari belanja pada hari Kamis, kemudian mengolah dan memasak malam hari sampai pada membungkus makanan siap santap pada jum’at pagi sebelum saya berkeliling membawa paket sarapannya” Katanya melanjutkan.

Bagi Kristo dan Siti Munjariah Istrinya, Saat berkeliling membagikan paket makan siap santap ini membawa rasa bahagia dan Syukur bahwa mereka masih dapat berbagi dan melihat sesamanya  bisa menikmati makanan yang dia distribusikan. Masyarakat dari kalangan pedagang keliling, tukang Becak, pekerja kebersihan, asongan, pengamen, pengemis, tukang ojeg, dan masyarakat kalangan bawah yang ditemui saat berkeliling menggunakan motor adalah sasarannya.

“saya berkeliling membawa 250 paket mulai dari jam 07.00 pagi menggunakan motor, dan biasanya dalam waktu kurang dari dari dua jam sudah habis terbagi.”. Kata Kristo bersemangat.

Tidak berhenti sampai disitu, Aktivitas Kristo yang juga juga seorang Drummer Grup Band Blues Jam, Founder dari Kudus Blues Family mempertemukannya dengan komunitas Barbersrog. Bersama dengan dengan komunitas Barbersrog inilah yang kemudian memunculkan kolaborasi Barber Street yang dilakukan sebulan sekali. Aksi ini  memberikan layanan pangkas rambut  dan sarapan gratis, menjadi salah satu kolaborasi dalam menebar kebaikan kepada masyarakat yang melintas dikawasan jalan Ahmad Yani, Kudus.

Kristo Prabowo, Ayah dari Senopati dan Suyapati, tinggal di Getas Pejaten sehari-hari bekerja sebagai penjual Kopi Jalanan di sudut jalan Getas Pejaten, yang dikenal dengan kopi pengkolan ini seolah tidak pernah bisa berhenti untuk menebar kebaikan. Baru-baru ini dia bersama-sama dengan Komunitas Kudus Blues Family, Barbersrog dan Valerie Genk membuat aksi Potong Rambut sambil beramal untuk korban banjir bandang di Pati. Melalui aksinya tersebut, bersama dengan teman-temannya pada hari Rabu 7/12/202 berangkat ke tambakromo, dana yang terkumpul telah diserahkan dalam bentuk bahan pangan kepada korban bencana banjir bandang melalui Posko Bencana Desa Sinomwidodo Kecamatan Tambakromo, Pati.

(Jo) dinukil dari valeriegenk.com