Muria Blues Festival didorong menjadi ajang tahunan di Kudus

Kyai Muhammad Allamul Yaqin Pengasuh Pondok Darul Falah Kudus dalam ajang Muria Blues Festival

suratkabarbali.com, Kudus – Meskipun acara ini bertitle Muria Blus Festival, namun tidak hanya menampilkan musik blus semata, tetapi juga menggandeng musisi lain seperti Jazz, reggae dan rock. lebih lanjut menurut Eric, hal ini dilakukan untuk menunjukan bahwa musik Blues adalah genre musik universal yang dapat di kolaborasikan dengan semua genre musik modern yang berkembang saat ini.

“Sembilan Grup Band Muria Raya antara lain, BLUES JAM, RIVERSIDE BLUES, REVOLVER, DC BAND, RSP BAND, VALERIE GENK, KRETEK RASTA, ELA-ELU DAN FOCUSPLAY, telah siap untuk tampil di acara ini” Kata Eric bersemangat.

Sebagaimana diketahui bahwa Muria Blues festival yang mengusung tema “NGEBLUES SIDJI NGEBLUES KABEH” ini akan di laksanakan pada hari Minggu, 27 November 2022 di Sidjicoffee Bae, Kudus. Muria Blues Festival ini mendapakat dukungan penuh dari Valerie Yudistira Pramudya, Owner Sidjicoffe dan Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus. Valerie menyampaikan bahwa event Muria Blues ini adalah event untuk membangkitkan kembali kreativitas Pegiat Musik di Kota Kudus. Disampaikan bahwa persiapan Muria Blues Festival telah mencapai 100%, semua sarana dan prasarana pendukung telah  disiapkan termasuk doorprise yang disediakan oleh Sidjicoffee bagi 3 orang pengunjung yang datang dengan penampilan paling NGEBLUES.

“Muria Blues Festival Siap di Gelar, Semua Persiapan telah selesai dikerjakan, Saya senang dan sangat mendukung kegiatan ini sebagai salah satu Gerakan Ekonomi Kreatif yang mengkolaborasikan Musik, Pariwisata dan Seni budaya” Kata Valerie

Tidak seperti pagelaran musik pada umumnya, Muria Blues Festival juga  diisi dengan bincang budaya yang akan mengupas tentang Gunung Muria itu sendiri. Edi Supratno Sebagai sejarawan akan mengupas tentang muria dalam kajian sejarah Gunung Muria “Muria Sebelum Muria”, Yit Prayitno Penulis dan Budayawan senior kudus ini akan mengisi dengan monolog “Mukiya Wuta Muria” dalam bahasa “Kudusan” dengan alunan gitar blues.

Sebagaimaa diketahui bahwa Muria Blues Festival 2022 ini juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kudus, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Ibu Tika Kepala Dinas Bupdpar Kudus menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk gerakan Ekonomi kreatif masyarakat khususnya dari sub-sektor musik yang harus mendapatkan dukungan dari pemerintah, apalagi kegiatan ini tidak hanya melulu soal pagelaran musik tetapi dapat melibatkan pegiat ekonomi kreatif lain seperti sektor Pariwisata dan kuliner.

“Kami senang dan mendukung diadakannya Muria Blues Festival, kreativitas dari pegiat musik di Kudus ini dapat menjadi sarana untuk menggelorakan kembali sektor Pariwisata dan Ekonomi kreatif, saya mendorong  ini bisa menjadi Festival tahunan” Kata Bunda Tika, Sapaan akrab Kepala Dinas Budpar Kota Kudusn ini.

Kristo, salah satu panitia dan juga Founder dari Kudus Blues Family meyatakan rasa terima kasihnya atas pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Muria Blues ini terutama Sidjicoffee, Komite Ekonomi Kreatif dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus. Dia mengharapkan bahwa masyarakat kudus dapat datang dan menikmati gelaran Muria Blues Festival ini dengan tertib. Gelaran Muria Blues Festival 2022 Gratis untuk semua kalangan dan untuk lokasi penyelenggaraan di Sidjicofee Bae, Kebun Pecuk Pecukilan Jalan Bae – Colo km 7 Kudus.

“Silahkan masyarakat pecinta musik datang untuk menikmati gelaran musik Blues, gratis tidak dipungut tiket masuk, namun tetap harus menjaga ketertiban.” Pesannya.

(Jo)