Musik Blues Kembali Bangkit di Jepara

suratkabarbali.com, Jepara – Kalinyamatan, kabupaten Jepara menjadi tonggak kebangkitan Musik blues di medio akhir 2022 ini. Dari kedai kopi yang terletak di tepi sawah tak jauh dari poros jalan Kudus-Jepara ini musik blues ditampilkan kembali pada gelaran Road to Jepara Ocean Blues. Dengan menampilkan grup-grup lokal mereka ingin membangkitkan kembali musisi-musisi yang telah lama tidak unjuk kebolehan dalam sebuah pementasan.

Gagasan ini muncul dari sosok Rusfian salah satu punggawa Grup Band RSP dan  juga pegiat Komunitas Jepara Blues Society  yang beberapa waktu lalu berkesempatan manggung dalam gelaran Blues on the Street gagasan Kudus Blues Family.

Memulai hobi bermusik sejak masih duduk dibangku SMP Negeri 1 Pecangaan Fian panggilan akrabnya, suka memainkan musik rock yang digemari masyarakat pada saat itu.

Kecintaanya pada genre musik blues tidak lepas dari  pertemuan dengan Ruzan Fikra, salah satu guitaris blues ternama di Jogyakarta, Pada saat sama-sama melihat workshop tentang musik blues tahun 2007. Ketertarikannya bertolak dari yang dia rasakan ada “roh”  dalam  musik blues sehingga dia mencoba mendalami genre musik ini.

Bagi penggemar musik Blues di sekitaran Muria, sosok Fian  dikenal sebagai salah satu pegiat dikomunitas musik Blues yang sudah malang melintang mulai dari Pekalongan, Jogya juga kota-kota lain yang akhirnya kembali menetap di  Jepara memang selalu aktif dalam bermusik. Selain aktifitas di dunia musik dan mengelola caffeeshop di Kalinyamatan dia juga memiliki beberapa murid yang belajar guitar secara prifat.

Saat ditemui dalam gelaran Story of Blues  di Kudus (16/9/2022) Fian bercerita tentang proses panjang yang telah membawa kecintaannya pada musik Blues ini. Dia memandang musik Blues sebagai ibu dari semua genre musik modern yang ada saat ini. Namun demikian dia tidak serta merta menutup diri  dengan satu genre musik saja tetapi justru memiliki impian jika suatu saat nanti musik blues bisa berkolaborasi dengan genre musik yang lain bahkan musik dangdut sekalipun.

Tentang blues menurutnya adalah genre musik yang dapat berkolaborasi dengan semua genre musik, dimana kehadiran sentuhan nada-nada blues dapat menjadi “penyedap rasa” dalam alunan sebuah musik.

” Musik blues adalah tentang harmoni, bukan sekedar genre musik mana yg bagus mana yang tidak.” Kata Fian.

Pria sederhana yang rendah hati ini juga memiliki mimpi jika suatu saat nanti dapat membuat event Blues layaknya Ngayogjazz festival, dimana gelaran musik blues dapat membangun harmoni dengan eksistensi budaya lokal untuk membangkitkan kearifan budaya yang mulai tergerus jaman.

Panggung-panggung kecil untuk menampilkan musik Blus memang sedang dijalankan seperti yang akan di lakukan tanggal 21 September 2022 di Eat and meet Bandengan. “Event kecil yang kami lakukan ini adalah bagian dari road to Jepara Ocean Blues” Katanya.

Jepara Ocean Blus sendiri adalah event pagelaran musik blues yang akan digelar pada 25 September mendatang di Jepara. Dalam gelaran Jepara Ocen Blues nantinya akanmenampilkan grup-grup musik blues yang ada di Jepara maupun kota-kota disekitarnya. Melalui event ini diharapkan dapat mengobati dahaga para pecinta musik blues.

(yo_skb.com)