
YOGYA, SURATKABARBALI – Universitas AKPRIND Indonesia bersama STIPRAM Yogyakarta kolaborasi terapkan teknologi dalam pemberdayaan masyarakat.
AKPRIND dan STIPRAM melaksanakan Serah Terima Hasil Program Kosabangsa Tahun 2025 dan Penandatanganan Prasasti Program Kosabangsa di Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo.
Acara serah terima itu dihadiri Bupati Kulonprogo Dr. R Agung Setyawan dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Program Kosabangsa 2025 yang dilaksanakan Universitas AKPRIND Indonesia bersama STIPRAM Yogyakarta itu mengusung tema ‘Penerapan Teknologi Pangan, Air Bersih, dan Pengelolaan Sampah untuk Mendukung Ekowisata di Kalurahan Purwoharjo’.
Program itu didukung pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Ketua Pendamping Kosabangsa 2025 Dr. Edhy Sutanta yang juga Rektor Universitas AKPRIND Indonesia mengatakan program itu menjadi bentuk nyata kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan masyarakat dalam pengembangan dan pemanfaatan Ipteks untuk pemberdayaan desa.
Dia menyebut rekam jejak kegiatan pengabdian masyarakat di Kulonprogo dalam empat tahun terakhir meliputi berbagai inisiatif.
Inisiatif itu, jelas dia, seperti Penanaman 5.000 Pohon di Banjarasri – Banjararum, Program Sekolah Sampah, Pengelolaan Desa Binaan, hingga
Menurut dia implementasi TTG di beberapa wilayah Kulonprogo pada tahun ini, Kosabangsa berfokus di Tinalah, Purwoharjo bekerja sama dengan STIPRAM Yogyakarta.
Edhy Sutanta berharap Program Kosabangsa 2025 menjadi langkah bermakna bagi kesejahteraan masyarakat.
“Semoga seluruh teknologi yang diserahkan dapat dimanfaatkan, dirawat dengan baik, dan mohon berkabar jika terdapat kendala. Terima kasih kepada semua pihak atas dukungan yang luar biasa,” ujarnya.
Ketua Pelaksana Kosabangsa 2025 Novi Irawati ST MSc memaparkan, rangkaian kegiatan dalam program itu antara lain penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang difokuskan pada penguatan sektor pangan, air bersih, dan pengelolaan sampah.
Menurut dia program itu merupakan bagian dari upaya mendukung Purwoharjo sebagai kawasan ekowisata berbasis lingkungan.
Panewu Samigaluh Senija menyampaikan apresiasi kepada tim pendamping dan pelaksana yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam pemberdayaan masyarakat Purwoharjo.
Sementara Bupati Kulonprogo Agung Setyawan mengatakan pembangunan daerah akan berjalan optimal jika dibarengi penguatan kapasitas sumber daya manusia, terutama melalui pendidikan dan pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi.
“Kami mengapresiasi komitmen Universitas AKPRIND Indonesia dan STIPRAM Yogyakarta dalam mendukung kemajuan Purwoharjo melalui inovasi teknologi,” Ucapnya.
Untuk diketahui pada kesempatan itu diserahkan secara simbolis 13 Teknologi Tepat Guna beserta dokumen panduan, meliputi Pengolah air siap minum dan pemantau kualitas (50 galon/hari), PLTS untuk pengangkatan air, Pengolah air siap minum (dispenser).
Selain itu perajang rumput, mixer kompos, komposter (4 unit), Automatic sprinkler dan sistem hidroponik panel surya, Perajang sampah organik, incinerator minim asap, keranjang sampah plastik (4 unit), Perajang keripik singkong, vacuum sealer, dan papan nama TTG (3 set).****





