Pengakuan Siswa Lulusan Barak Militer Ala Dedi Mulyadi yang Bikin Haru

banner 468x60

 

BEKASI, SABANAPEDIA – Pengakuan Siswa Lulusan Barak Militer ala Dedi Mulyadi yang bikin Haru usai dinyatakan lulus menjalani pendidikan.

Dilansir SabanaPedia.com dari berbagai sumber, Jumat (23/5/2025) salah satu siswa Alumni Barak Militer Stevi dinyatakan lulus usai menjalani pendidikan karakter Panca Waluya gelombang pertama.

Mark Stevi Hadulu senyum tampak semringah. Tak terlihat ada beban di wajahnya meski dua pekan jauh dari keluarga.

Sejak awal Mei lalu, Stevi dimasukkan ke barak militer di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Stevi dinyatakan lulus usai menjalani pendidikan karakter Panca Waluya gelombang pertama.

Meski harus berpisah beberapa saat dengan teman-temannya di SMAN 10 Bogor Stevi tak gelisah.

Stevi mengaku ketagihan mengikuti program yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu.

Stevi mengaku hari-harinya di barak. Awalnya teras berat. Dia mesti beradaptasi dengan aturan kedisiplinan yang diterapkan. Namun, seiring waktu, Stevi mengaku sudah terbiasa.

Dukung Koster Atasi Sampah, Pemkot Denpasar, Luncurkan Gerakan Bali Bersih

Lebih kurang 14 hari di rindam, Stevi merasakan momen kebersamaan yang indah. Dia memiliki banyak teman dari sejumlah sekolah. Saking senangnya, dia mengaku tak ingin berpisah secepat ini dengan teman-teman barunya itu.

Menurut Stevi kekompakan itu terjadi karena sejak pagi mereka sudah bersama-sama melakukan berbagai rutinitas. Bangun pukul 4 Wib subuh, kegiatan mereka mulai dengan salah subuh berjemaah, dilanjut apel, kemudian senam bersama.

Dilanjut latihan PBB, belajar materi sekolah seperti pada umumnya, ditambah penguatan materi tentang bela negara.

“Iya ini pengalaman pertama buat saya dan jujur ketagihan, kayak enggak mau pisah aja.” Ujar Stevi.

“Awal-awal memang sengsara karena harus beradaptasi juga sama lingkungan sama aturan. Seminggu pertama itu semua merasa tertekan,” sebut Stevi.

Stevi merasa betah karena teman-teman sekelompoknya mendapatkan penilaian paling baik. Kelompok terkompak dan rapi selama menjalani hari-hari pendidikan.

Stevi mengatakan, tidak ada kekerasan dialaminya dan pelajar lain selama mengikuti program pendidikan di barak militer. Meski memang ada hukuman untuk yang sulit diatur, namun menurutnya itu tak sampai ada kekerasan fisik.

“Kalau ada yang susah dibilangin, paling disuruh jalan jongkok. Itu juga di balik hukuman yang diberikan ternyata baik juga untuk kita,” ujarnya.

Di awal, dia sempat mengira pendidikan karakter Panca Waluya yang dijalani bakal berlangsung keras. Tetapi rupanya tidak. Bahkan tak pernah sedikit pun terpikir olehnya untuk kabur dari barak.

“Dipikir sih di sini bakal keras atau gimana, ternyata malah enak nanget tiap hari ikut kegiatan rutin kaya di sekolah cuma lebih sehat makan makanannya,” ujar dia.

Stevi juga menyebut alasan kenapa bisa sampai masuk barak, sebab dia mengaku lantaran sering nongkrong sampai lupa waktu. Sehabis sekolah, dia sering main berkumpul dengan kawannya hingga malam.

“Iya nongkrong, lupa waktu,” senyumnya mengembang.****

Membanggakan, Gegara Ini, Konjen Australia Kunjungi Bali, Ada Komitmen Khusus dengan Wayan Koster

 

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *