DENPASAR, SURATKABARBALI – Beredar di media sosial postingan De Gadjah, panggilan akrab Ketua Gerindra Bali Made Mulyawan Arya.
Dilansir SuratKabarBali.com dari berbagai sumber, Minggu (8/6/2025) De Gadjah menyayangkan sikap untuk Kepala Desa atau Perbekel.
Dalam postingan media sosial De Gadjah menyebut hajatan pemilihan umum maupun pilkada sudah berakhir, harusnya tugas elite-elite untuk menyatukan masyarakat tanpa memandang “warna” untuk kesejahteraan bersama.
De Gadjah mengunggah video oknum seorang kepala desa atau Perbekel yang benci dengan Gerindra.
“Adalah I Made Suryana, Perbekel Baturiti, Kerambitan, Tabanan. “Ini dia sosok kepala desa yang sangat benci dengan Partai Gerindra dan pemecah belah rakyat di bawah dan pemecah belah bangsa. Ucapannya berapi-api padahal hajatan politik sudah selesai, kami tidak tau apa yang menjadi dasar,” keterangan dalam video yang diunggah De Gadjah.
Tampak dalam video tersebut, Suryana mengaku tidak Taku di viralkan terkait dengan ucapannya.
Bahkan, Suryana mengaku tidak akan mau menandatangani surat jika diketahui berasal dari Gerindra.****
Konjen Timor Leste Carolina Maria da Silva Temui Gubernur Koster dan Belajar Ini dari Bali





