DENPASAR, SURATKABARBALI – Gubernur bali I Wayan Koster geram sebab ada oknum pegawai yang mencatut namanya jadi calo promosi jabatan.
Hal itu disampaikan Koster saat pelantik Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali seperti yang dilansir SuratKabarBali.com dari berbagai sumber, Jumat (30/5/2025).
Koster mengaku telah menerima sejumlah informasi bahwa ada oknum yang meminta bayaran dan mengaku dekat dengan pejabat.
“Calo promosi jabatan ada. Ini dijadikan Kadis, Kepala Badan, Kepala Biro, Kabid, Kabag, dan Kasi. Saya yang mengeluarkan SK, urai Koster.
Koster meminta pegawai untuk melaporkan apabila ada pihak yang menyalahgunakan nama pejabat, termasuk Gubernur, Wakil Gubernur, atau Sekda, demi kepentingan promosi jabatan.
“Tidak boleh ada yang sogok menyogok, tidak boleh ada yang klaim mengatasnamakan Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda, Ketua DPRD, keluarganya. Tidak boleh. Kalau ada yang begitu, lapor. Kalau ada yang main-main, lapor,” Tegas Koster.
Bertemu Pangdam IX/ Udayana, Ketua STISPOL Wira Bhakti Buka Pintu Untuk TNI Masuk Kampus
Koster soroti hubungan gelap yang terjadi antar sesama pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.
Bahkan Koster beri peringatan keras agar tidak terlibat dalam perselingkuhan di tempat kerja.
Saat melantik 4.351 PPPK dan 89 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun anggaran 2024 di Taman Budaya Art Center, Denpasar Koster menyebut ASN yang selingkuh.
Menurut Koster jika ASN ketahuan Selingkuh hatus tegas melarang praktik tidak etis di lingkungan birokrasi, termasuk hubungan gelap sesama pegawai.
Koster juga menyebut ia sejumlah informasi atau laporan adanya kasus perselingkuhan di Dinas Pendidikan.****





